Posts

Penyala Api atau Pemadam Api?

motivasiApi adalah sebuah unsur yang memiliki kecenderungan untuk PADAM.

Saat angin kencang menghembus, atau saat “bahan bakar” dari api habis, maka api dapat padam.

Misalnya saat Anda membuat api unggun. Jika ingin menjaga agar api unggun tetap panas dan menyala, tentu saja Anda perlu memberi pada api unggun tersebut bahan bakar yang diperlukan, yaitu ranting – ranting kering dan bila perlu Anda juga dapat menambahkan minyak.

Disamping itu, Anda juga perlu melindungi api tersebut dari hal – hal yang dapat memadamkannya, terutama saat api tersebut masih kecil.

Nah, ibarat api yang menyala – nyala, seperti itulah gambaran motivasi dalam hidup kita. Motivasi kita bisa menyala – nyala, tetapi bisa juga padam. Pasti kita semua, baik Anda dan saya, pernah mengalami masa – masa tertentu kita merasa sangat bersemangat. Laksana memiliki semangat 45, apapun halangan tidak kita pedulikan. Sangat menyenangkan masa – masa tersebut ya :-)

Tapi, lain waktu, kita dapat merasa tidak bergairah sedikitpun.

Kenapa hal ini bisa terjadi??

Salah dua faktor yg menentukan adalah “bahan bakar”nya, dan juga apakah kita telah menjada api tersebut dari hal – hal diluar yang dapat memadamkan motivasi kita.

Ada 2 tipe golongan orang di dunia ini, yaitu :

  1. Penyala Api
  2. Pemadam Api

Penyala api adalah mereka yang membuat api motivasi kita tetap menyala dan panas. Dan untuk pemadam api,tentu saja adalah orang yang memberikan sikap pesimis dan negatif kepada kita, sehingga lambat laun memadamkan api motivasi yang kita miliki.

Bagaimana cara membedakan penyala api atau pemadam api?

Salah satu yang termudah adalah dari perkataan yang mereka keluarkan.

Misalnya begini :

Ketika kita sedang berjuang untuk melakukan sebuah pekerjaan atau tujuan yang besar, pemadam api biasanya berkata:

  • Itu MUSTAHIL, kamu TAK AKAN BISA melakukannya.
  • Kamu pikir kamu itu SIAPA ?
  • Jangan LAKUKAN itu, kamu akan GAGAL.
  • Percuma saja kamu lakukan itu
  • Sudahlah, tidak usah mimpi
  • dll

Saya yakin, pasti Anda pernah mendengar kata – kata semacam itu bukan? Atau mungkin saat Anda membaca, ada terbayang wajah orang – orang yang pernah berkata demikian? :-)

Sadarilah bahwa para pemadam api ini selalu melihat pada apa yang tidak mungkin daripada apa yang MUNGKIN.

Secara tidak disadari, mereka menghalangi orang lain mencapai dan menggunakan potensinya.

Maka itu, jika kita ingin api motivasi kita tetap menyala – nyala, salah satunya adalah dengan menghabiskan waktu lebih banyak dengan tipe Penyala Api, yaitu orang – orang yang lebih banyak berkata positif dan mendukung impian – impian kita. Bila saat ini Anda tidak memilikinya, maka carilah komunitas yang Anda rasa dapat mendukung Anda.

Lakukan, dan lihat serta rasakan perubahan yang Anda hasilkan.

Ada yang Melihat

Mata-MelihatPada jaman dahulu, ada seorang guru bijak yang memiliki 7 orang murid. Guru ini sangat dihormati, baik oleh murid – murid, maupun oleh penduduk sekitarnya. Guru ini memiliki seorang putri yang sangat cantik. Ketujuh muridnya juga sangat menyukai putri guru mereka.

Suatu hari, sang guru berkata kepada ketujuh muridnya Read more

Letak Kebahagiaan

Di suatu sore seorang petani dan istrinya bergandengan tangan dan berpayungkan daun pisang menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan, dan tak lama kemudian lewatlah sebuah motor di depan mereka,
berkatalah petani ini pada istrinya “Lihatlah bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu,
meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah, tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah”.

Sementara itu pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka, pengendara motor itu berkata kepada istrinya “Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita”.

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat dihadapan mereka “Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, mobil itu pasti nyaman di kendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok”.

Pengendara Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya “betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing-masing”.

Saudara-Saudariku yang baik …

Kebahagiaan tak akan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

Maka bersyukurlah atas nikmat hidup ini dan kita akan tahu di mana kebahagiaan itu berada.

Bahagia itu ada di dalam diri, dihati setiap insan yang lapang akan kesyukuran.

Siapa Teman Sejati?

Ada sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
“Pohon yang subur, engkau terlihat indah dengan buah-buah pohon ini.”
Setelah mendengar pujian tersebut Pohon berkata kepada burung jalak, “Teman, tinggallah ditempat saya!.”

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, “Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus”
Pohon berkata kepada burung kenari ini, “Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!”

Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk, burung pelatuk berkata, “Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat…”

Si pohon dengan marah berkata, “Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya,  cepat pergi dari sini!”, burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.

Akhirnya dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, “Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati.”

Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium berlimpah – limpah.

True Love – Pentingnya Komunikasi dan Asumsi

Kisah ini terjadi di Beijing Cina, seorang gadis bernama Yo Yi Mei memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.

Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak, tapi ia tersenyum “Aku harap kau bahagia“. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya. 12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahan yang akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang. Sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus & tidak ceria bertanya “Apa yang terjadi dengamu, kau ada masalah?

Yi mei tersenyum semanis mungkin ” Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa-apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut..” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut. Sahabatnya tersenyum “Oh ya, ummm aku akan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei, aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana melihat-lihat perabotan rumah.. daag!“. Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya yang sakit.18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, ia mengalami koma, Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya mujizat yang bisa menyembuhkannya. Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “suntik mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir, sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama. Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu? Kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu di sekolah waktu kita dihukum bersama gara-gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya? ““Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor? Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu? Aku tak pernah melupakan hal itu..““Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini ?” Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei“ Mei.. kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, kau tahu kenapa? Karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku ““Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, dengarkan aku Mei.. bangunlah..!!“ Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei. “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu? Aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan““Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat..!! Kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu.. Aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei..““Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku, aku tak peduli.. tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat“Sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei, ia berbisik ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu” suaranya terdengar parau karena tangisan. Dan apa yang terjadi? Its amazing!! 7 jam setelah itu dokter menemukan tanda-tanda kehidupan dalam diri Yi Mei, jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru-parunya, organ tubuhnya bekerja, sungguh sebuah keajaiban!! Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi. Dan sebuah mujizat lagi, masa koma lewat, pada tgl 11 Des 1994.

14 Des 1994, saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia, dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi.“ Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik“ sahabatnya memeluk erat Yi Mei

Yi Mei tersenyum “Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku, tahukah kau aku selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup“, “Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu” Lei memeluk Yi Mei “Aku sangat mencintaimu juga“

17 Februari 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.

Apa hikmah dari cerita ini?

KOMUNIKASI dan ASUMSI.

Betapa banyak orang menderita hidupnya hanya karena dua hal ini, salah ASUMSI dan salah KOMUNIKASI.

Katakanlah sejujurnya sebelum semuanya terlambat!!