Posts

Hipnoterapi Mengatasi Duka Cita – Kesedihan

Selama berpraktek hipnoterapi di Bali, beberapa kali saya mendapatkan klien dengan masalah yang penyebabnya adalah kehilangan seseorang yang dikasihi (misal : orangtua, kakek / nenek, pasangan, anak, dll). Dan ternyata dalam beberapa kasus, yang meninggal ternyata sudah cukup lama meninggalnya. Oleh karena mengganggu, biasanya mereka mencari cara mengatasi duka cita yang mereka alami.

Duka cita dan kesedihan adalah perasaan yang wajar dialami apabila sesuatu yang kita kasihi hilang dari kehidupan kita. Bila Anda jeli, Anda melihat saya menuliskan “sesuatu” dan bukannya “seseorang”, karena ternyata Read more

HINDARI “THERAPY SHOPPING”

Kebetulan hari ini bermain – main sedikit di facebook, dan melihat salah seorang teman baik saya membagikan status dari guru saya, Adi W. Gunawan.

Saya copas disini status beliau

Setiap individu bila mengalami masalah pasti ingin segera lepas dari masalahnya. Cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah juga sangat beragam. Ada yang dengan doa, meditasi, refleksi diri atau perenungan, curhat, konsultasi, menghadiri seminar atau lokakarya, ke pemuka agama, hingga minta bantuan hipnoterapis klinis.

Terapi adalah kontrak upaya, bukan kontrak hasil. Ini yang selalu sangat saya tekankan pada setiap (calon) klien. Terapis, sesuai kode etik, tidak boleh memberi jaminan kesembuhan. Yang bisa disampaikan pada klien adalah statistik kesembuhan yang berhasil dicapai saat terapis membantu klien-klien sebelumnya dengan ragam masalah yang mirip atau sama dengan yang dialami (calon) klien.

Sesuai definisi di atas maka, dalam proses terapi, dibutuhkan kerjasama penuh antara klien dan terapis dalam menjalankan proses terapi. Dalam konteks klinis, kami meminta komitmen klien untuk bersedia menjalani terapi hingga empat sesi. Ini hanya komitmen dan tidak harus sampai empat sesi. Bila dalam satu atau dua sesi masalah klien sudah berhasil diatasi maka tidak perlu dilanjutkan ke sesi berikutnya. Namun bila dibutuhkan, klien perlu menjalani hingga empat sesi terapi, atau bahkan lebih. Semua bergantung pada kondisi klien. Dan kami, hipnoterapis klinis, selalu menjalankan praktik dengan memegang kode etik, integritas tinggi, dan profesional. Kami tidak boleh dengan sengaja memperpanjang sesi terapi demi mendapat keuntungan finansial dari klien.

Masalah akan muncul bila klien overekspektasi atau berharap terlalu tinggi. Ada klien yang berharap, dan bahkan bersikeras, untuk sembuh hanya dalam satu sesi terapi. Ini tentu sangat menyulitkan proses terapi. Hukum pikiran mengatakan bahwa dalam hal yang berhubungan dengan pikiran bawah sadar, semakin besar upaya sadar semakin kecil respon pikiran bawah sadar.

Ada klien yang baru menjalani satu sesi terapi dan belum mencapai hasil seperti yang diharapkan sudah langsung mengatakan terapisnya tidak cakap, tidak pintar, tidak efektif. Klien ini tidak melanjutkan ke sesi berikutnya dan mencari bantuan ke terapis lain.

Hal yang sama ia lakukan dengan terapis lain. Ia hanya menjalani satu sesi terapi dan saat belum berhasil mengatasi masalahnya ia pindah ke terapis lain. Ini yang saya sebut dengan fenomena “Therapy Shopping”. Selengkapnya bisa baca di http://goo.gl/gFGiES.

Sama halnya sakit fisik, saat sakit kita butuh minum obat. Dan untuk melihat dan merasakan efek obat tentu butuh waktu. Dokter yang telah memberi resep selalu berpesan, “Obatnya diminum rutin. Bila dalam tiga hari masih sakit atau panasnya tidak turun, segera kembali ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.”.

Bisa dibayangkan bila pasien hanya minum obat selama sehari dan belum ada perkembangan positif seperti yang ia harapkan, lalu pindah ke dokter lain, atau ke terapis lain, mencampuraduk obat satu dengan yang lain. Hasilnya pasti buruk untuk diri pasien.

Demikian juga dengan proses terapi pikiran. Semua butuh proses dan waktu. Klien yang sudah bermasalah selama bertahun-tahun ingin sembuh hanya dengan satu proses terapi yang berlangsung sekitar 2 atau 3 jam. Benar, dalam beberapa kasus kami bisa menyembuhkan klien hanya dalam satu sesi terapi. Namun, ini tidak berlaku untuk semua klien. Setiap klien adalah unik dan butuh penanganan yang personal.

Apakah boleh bila klien baru menjalani satu sesi terapi, merasa tidak puas dengan layanan yang ia dapatkan dari si terapis, memutuskan untuk minta bantuan terapis lain?

Ini tentu sangat boleh dilakukan. Memang sebaiknya klien perlu cermat dan sedikit banyak tahu apa yang dilakukan terapisnya. Namun bila klien merasa kurang puas, ia perlu menyampaikan hal ini pada terapisnya. Atau bila memang ia benar-benar tidak nyaman atau tidak puas, ia berhak untuk tidak kembali ke terapis ini dan cari terapis lain.

Namun, bila ternyata pola ini ia ulangi dengan terapis-terapis lain, klien hanya menjalani satu sesi terapi dengan tiap terapis, maka klien perlu jujur pada diri sendiri, apakah memang benar terapis tidak cakap atau memang klien punya masalah “tidak bisa komit” menjalani sesi terapi, selain masalah yang ia ingin selesaikan dengan bantuan terapis.

Bagaimana menurut Anda?

Kenali Tujuan Anda

Bila kita mau sedikit “aware”, sebetulnya kita bisa belajar dari apapun yang ada di sekitar kita. Ini sama seperti Ajahn Chah, seorang Bikhu yang tinggal di hutan Thailand. Beliau banyak sekali memberi pelajaran yang didapatkan dari lingkungannya, baik tanaman maupun binatang.

Kali ini, saya mau ajak belajar dari sebuah game, yaitu Candy Crush Saga.

Bagi Anda yang belum tahu, Candy Crush Saga merupakan permainan bertema puzzle dimana kita menghancurkan candy yang ada dengan menukar posisinya sehingga dia menjadi minimal 3 buah sebaris.

candy-crush-2

Game sederhana ini sangat menyenangkan, dan ternyata juga dapat memberi pelajaran bagi saya.

Begini ceritanya…

Suatu hari, seorang keponakan saya meminjam HP untuk bermain game Candy Crush ini.

Seperti umumnya sebuah game, level 1 pasti sangat mudah dilalui. Tinggal geser sana – sini, game selesai dengan mendapatkan 3 bintang ^_^

Jadi, dia bermain dengan sangat mudah.

Sampai suatu saat, “Om, ini kok kalah terus ya? Padahal angkanya sudah lebih dari target lho.. ”

Saya pun melihat, dan ternyata dia memainkan permainan yang sudah di level atasnya, dimana permainan tidak sekedar menghancurkan candy, tetapi ada tugas tertentu seperti menghancurkan Jelly ataupun menurunkan benda tertentu sampai bawah.

candy-crush

Disinilah pelajaran yang bisa saya ambil dari sebuah game.

Seringkali kita merasa bahwa kita sudah melakukan yang benar, dan yang terbaik yang kita bisa. Tetapi, kita tidak puas dengan hasilnya. Ataupun, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang benar – benar kita inginkan.

Hal ini biasanya diawali karena kita tidak jelas apa yang menjadi tujuan akhir.

Dan yang berikutnya, biasanya kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, karena kita tidak yakin bahwa kita dapat mencapainya. Inilah yang seringkali disebut sebagai mental block.

Marilah kita bahas mengenai mengenali tujuan. Untuk mental block, sudah pernah saya tulis disini yang saya kutip dari tulisan guru hipnoterapi saya, Adi W. Gunawan.

Pikiran bawah sadar kita sangatlah luar biasa. Sebagian besar hidup kita dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar. Namun, salah satu sifat pikiran bawah sadar adalah, dia seperti anak – anak. Apa artinya? Artinya saat kita memberikan suatu instruksi, harus benar – benar jelas.

Sebagai contoh, sewaktu anak saya masih usia 2 tahun, kami menginap di hotel. Waktu itu, istri saya keluar kamar, dan anak saya mengikutinya, namun tidak mengenakan alas kaki. Istri saya langsung berkata “Fe, ambil sandalnya”.

Tentu maksudnya adalah anak saya diminta untuk mengenakan sandal.

Dan tebak apa yang terjadi..

Yaa.. Anak saya kembali ke kamar, mengambil sandalnya, dan kembali ke tempat istri saya dengan sandal yang dipegang di tangannya.

Pikiran bawah sadar pun seperti itu. Saat kita tidak jelas apa maunya, dia akan melaksanakan sesuai dengan apa yang dimengerti olehnya.

Ada sebuah cerita begini..

Adalah 2 orang sahabat yang memiliki mimpi menjadi orang kaya dan memiliki banyak uang. Katakanlah namanya Tejo dan Abdul.

Tejo berkata, “Enak sekali jadi orang kaya. Saya ingin nanti kipas-kipas saja sudah bisa dapat uang.”

Rekannya tidak mau kalah dan berkata, “Kalau saya, saya tinggal goyang kaki saja, uang datang menghampiri saya.”

Beberapa tahun kemudian mereka berhasil mencapai impian mereka. Tejo menjadi penjual sate dan Abdul jadi penjahit.

Bila Anda berpikir ” Ah.. itu kan hanya cerita.. ” dalam kenyataannya, sebagai seorang hipnoterapis, saya seringkali menangani kasus dimana akar masalahnya mirip seperti cerita di atas, yaitu persepsi bawah sadar yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi mau dari pikiran sadar.

Jadi, sudahkah Anda jelas apa yang menjadi tujuan Anda?  Salah satu cara yang dapat Anda gunakan adalah dengan bertanya kepada diri sendiri “Saat saya meninggal nanti, saya ingin dikenal oleh orang sebagai apa / siapa? “

Hipnosis Tidak Sama Dengan Hipnoterapi

Sekali lagi, artikel berikut ini saya copy paste dari guru saya, Pak Adi W. Gunawan, tentang hipnosis hipnoterapi. Beliau menuliskan hal ini pada status di facebooknya.

Berikut tulisan beliau, yang bertuliskan warna biru. Read more

Hipnoterapi untuk Penderita Kanker

Semakin hari semakin terbukti bahwa hipnoterapi klinis dapat memberikan banyak manfaat untuk manusia. Salah satunya adalah menggunakan hipnoterapi untuk penderita kanker. Apa maksudnya adalah menyembuhkan kanker dengan hipnoterapi? Apakah penderita kanker dapat berhenti berobat ke dokter dan menggantinya dengan hipnoterapi untuk mengatasi kanker? Apakah hipnoterapi dapat menggantikan Kemoterapi? Mari kita bahas lebih lanjut. Read more

Yang Klien Perlu Tahu Sebelum Menjalani Hipnoterapi

Artikel berikut ditulis oleh Adi W. Gunawan, guru Hipnoterapi saya. Beberapa hal yang beliau sampaikan sudah pernah saya tuliskan juga pada website saya ini. Silahkan mengikuti tulisan Pak Adi W. Gunawan berikut :-)

Saat ini kesadaran masyarakat untuk mendapat bantuan profesional guna mengatasi masalah yang berhubungan dengan pikiran, emosi, dan perilaku sudah semakin meningkat. Pemahaman akan hipnoterapi, khususnya hipnoterapi klinis, juga sudah semakin meningkat. Masyarakat sudah semakin memahami apa sebenarnya hipnoterapi klinis, apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan dengan hipnoterapi klinis.

Tentu ini adalah satu kabar yang sangat menggembirakan karena hipnoterapi klinis adalah salah satu modalitas terapi yang telah teruji secara klinis sangat efektif membantu mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan emosi dan perilaku. Read more

Pengobatan Hipnoterapi

Pengobatan HipnoterapiPada artikel kali ini, saya hendak membahas tentang istilah “Pengobatan Hipnoterapi”. Hal ini menjadi hal yang menarik bagi saya, karena dalam setiap telepon dengan klien, mereka menanyakan tentang pengobatan hipnoterapi ini. Baik pengobatan hipnoterapi untuk mengatasi masalah xxx, bagaimana cara untuk mengikuti pengobatan hipnoterapi, dan lain sebagainya. Read more

Bagaimana Mengatasi Migrain?

Bagaimana mengatasi migrain? Tentunya sangat tidak enak saat mengalami migrain. Sebetulnya apa itu migrain? Apa saja yang menyebabkan migrain?

Definisi Migrain

Read more

Hipnoterapi untuk Membongkar Rahasia

Hipnoterapi di BaliBeberapa kali saya mendapat telepon, atau klien yang datang ke tempat saya, dan mereka menanyakan “bisakah hipnoterapi digunakan untuk membongkar rahasia seseorang?” Dan permasalahan rahasia yang ingin dibongkarpun biasanya seputar hubungan. “Saya ingin tahu apakah suami / istri saya selingkuh”; “Saya ingin mendengar pengakuan selingkuh dari pasangan saya”; bahkan ada yang sampai ingin pasangannya mengikuti hipnoterapi dengan tujuan dia mengaku, dan direkam. Waduh waduh *tepok-jidat*… Read more

Tahapan dalam Hipnoterapi

Bagaimana sebetulnya tahapan dalam hipnoterapi? Apa yang dilakukan hipnoterapis? Dan apa yang terjadi pada klien, dan klien harus bersikap bagaimana? Dalam artikel kali ini, saya akan membahas mengenai hal tersebut.

Tahapan dalam Proses Hipnoterapi

Hipnoterapi di BaliPertama mengenai hipnoterapi sendiri. Dalam website saya ini saya sudah menuliskan, apa itu hipnoterapi, jadi bisa Anda baca dahulu supaya ada pemahaman mengenai hipnoterapi.
Saat klien datang untuk pertama kalinya, klien akan mengisi intake form yang berisi tentang data – data klien, dan tentang masalah apa yang ingin diselesaikan dengan hipnoterapi. Form ini tentunya bukanlah form yang asal – asalan, tetapi form yang memang disusun sedemikian rupa, sehingga dari awal klien mengisi intake form ini, klien sudah mengetahui bagaimana hasil akhirnya nanti.
Untuk beberapa klien, biasanya sebelum saya memberi jadwal terapi, saya terlebih dahulu mengirimkan aturan standard menjalani hipnoterapi intake form ini via email, dengan tujuan supaya saat datang, waktu tidak lagi terbuang untuk mengisi intake form. Jika klien tidak memiliki email, maka yang terjadi seperti yang telah saya jelaskan di atas. Read more