Stress dan Jenisnya

Apa itu Stres

Stres, kita pasti sudah sering mendengar kata ini diucapkan. Biasanya, orang yang merasa dalam tekanan besar mengatakan “aku lagi stres nih”, “pekerjaan ini membuatku stres”, dan lain sebagainya, baik dalam ruang lingkup permasalahan keluarga, pekerjaan, kuliah, bahkan beban hidup. Seringkali yang dimaksud oleh orang yang mengatakan bahwa dirinya stres adalah mereka merasakan ketidak nyamanan di dalam perasaan mereka.

Menurut pakar di bidang stres, stres didefinisikan sebagai respon tubuh nonspesifik terhadap tuntutan apa saja. Ada pula definisi lain, yaitu stres adalah tekanan atau ketegangan pada aspek mental atau fisik. Hal – hal yang menyebabkan stres, disebut dengan istilah stressor. Stressor sendiri dapat berasal dari dalam diri, maupun dari luar.

Jenis – Jenis Stres

Ternyata, stres sendiri memiliki beberapa jenis. Hal inilah yang jarang diketahui oleh orang. Dan juga, ternyata tidak semua jenis stres ini buruk. Ada 4 jenis stress, yaitu eustress, distress, hyperstress, dan hypostress.

Eustress adalah stres jangka pendek yang memberikan kekuatan. Jenis ini merupakan stres yang masih dapat dikendalikan, dan termasuk dalam jenis stres positif. Mengapa termasuk dalam stres positif? Karena eustress meningkatkan kreativitas, motivasi, antusiasme, dan aktivitas fisik.

Distress adalah stres yang dirasakan terlalu berat dan sulit untuk diatasi. Distress ini dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu stres akut dan stres kronis. Stres akut adalah stres kuat yang muncul dan hilang dengan cepat. Sedangkan stres kronis adalah stres yang berlangsung dalam waktu yang lama.

Hyperstress dapat terjadi apabila seseorang didorong melampaui kemampuan dirinya untuk mengatasi tekanan. Akibatnya emosi dari orang yang bersangkutan menjadi cepat meluap, bahkan meledak.

Hypostress merupakan kebalikan dari hyperstress. Dengan kata lain, hidup yang tanpa tekanan, monoton, sehingga membosankan. Penderita hypostress akan merasakan tidak semangat di dalam menjalani hidupnya.

Jadi sudah jelas kan, mengapa dikatakan tidak semua stres bersifat merusak. Hal ini dapat kita lihat pada orang yang mengalami hypostress, pastinya sangat – sangat membosankan sekali hidupnya.

Stres (yang umumnya adalah stres yang negatif) apabila terus berlangsung lama, maka lama – kelamaan dapat memunculkan simtom – simtom pada orang yang bersangkutan. Maka itu, kita perlu sadar akan keberadaan tekanan – tekanan emosi yang muncul di dalam kehidupan kita. Apabila kita segera menyadari adanya tekanan yang “overload”, maka kita perlu segera menetralisirnya, supaya tidak sampai terlewat mengganggu. Salah satu caranya adalah menggunakan metode hypno-eft. Cara lain adalah meminta bantuan hipnoterapis, untuk membantu melepaskan emosi – emosi yang membuat stres, karena memang tidak semua dapat dilakukan sendiri.