Memahami Gelombang Otak

Manusia sungguh sangatlah kompleks. Disamping memiliki tubuh, ada juga pikiran. Dan, ketambahan lagi, ternyata otak manusia pun memiliki gelombang – gelombangnya sendiri. Pembedaan gelombang otak ini dilihat dari frekuensi dan amplitudonya. Apa maksudnya gelombang otak ini? Jadi begini. Otak Anda yang luar biasa itu, setiap saat menghasilkan kejutan – kejutan listrik. Arus listrik inilah yang disebut dengan gelombang otak. Amplitudo adalah daya dari kejutan listrik (diukur dalam mikrovolt), sedangkan frekuensi adalah kecepatan dari gerakan gelombang listrik (diukur dalam siklus per detik / hertz)

Setiap gelombang otak, menggambarkan kondisi kesadaran manusia itu sendiri. Dan menariknya, gelombang otak ini juga erat kaitannya dengan kondisi hipnosis. Apa saja gelombang otak ini? Apa gunanya memahami gelombang otak? Yuk kita lihat sama – sama

Gelombang Otak Beta (38 – 14Hz)

Gelombang beta ini muncul apabila kita berada dalam kondisi terjaga. Pikiran yang berlarian kesana kemari, selalu menganalisa, seolah – olah pikiran tidak terkontrol, itulah satu ciri dari gelombang otak beta yang dominan. Gelombang otak beta ini berkaitan dengan penyelesaian masalah, menganalisa, melogikanan, dan perhatian aktif terhadap dunia luar. Intinya, gelombang otak beta ini yang membantu kita dapat melakukan sesuatu secara sadar. Namun, apabila gelombang otak beta ini terlalu besar, maka yang dialami adalah kepanikan, kecemasan, dan berefek memberikan rasa yang tidak nyaman. Oleh karena itu penting bagi kita untuk dapat menguasai gelombang beta ini.

Gelombang Otak Alfa (14 – 8Hz)

Gelombang otak yang kedua, yaitu gelombang otak alfa. Contoh kondisi dimana gelombang otak alfa ini bekerja, misalnya saat Anda melamun, mata dalam keadaan tertutup dan membayangkan sesuatu sampai – sampai seringkali terasa nyata, Anda terlarut dalam imajinasi Anda. Gelombang otak Alfa ini aktif disaat Anda melamun, bervisualisasi, dan berimajinasi. Fungsi gelombang otak Alfa ini adalah sebagai jembatan antara pikiran sadar dan bawah sadar. Jadi, tanpa gelombang Alfa, pikiran sadar tidak dapat menangkap apa yang terjadi di bawah sadar. Misalnya, tanpa gelombang alfa, Anda tidak akan bisa mengingat apa mimpi Anda semalam. Mungkin Anda pernah mendengar istilah hipnosis dihubungkan dengan kondisi alfa. Pemikiran ini sebetulnya kurang tepat, karena gelombang alfa bukanlah gelombang pikiran bawah sadar.

Gelombang Otak Theta (8 – 4Hz)

Gelombang theta inilah yang dapat dianggap sebagai pikiran bawah sadar. Saat gelombang theta ini aktif, Anda merasakan seperti ada sesuatu dari dalam diri Anda, yang ingin keluar. Ada pula yang merasakan pencerahan, atau mungkin kreativitas yang meningkat. Gelombang theta menyimpan memori, sensasi, emosi, kreativitas serta inspirasi. Gelombang theta aktif saat Anda berada di dalam tidur yang disertai mimpi, dan juga pada saat Anda bermeditasi. Pengalaman – pengalaman dari masa lalu Anda, baik yang menyenangkan maupun tidak tersimpan disini. Kondisi hipnosis, bertujuan membawa klien untuk masuk dan mengalami gelombang otak ini.

Gelombang Otak Delta (4 – 0,5Hz)

Gelombang delta ini merupakan gelombang yang paling rendah frekuensinya. Gelombang delta ini adalah pikiran nirsadar. Contoh gelombang delta yang aktif misalnya : Anda tahu telepon akan berdering, Anda memikirkan seseorang dan tiba – tiba dia menghubungi Anda, Anda memiliki suatu intuisi akan keadaan tertentu. Gelombang delta ini menjadi semacam radar bagi kita. Dia mengirimkan dan menangkan informasi secara naluriah. Orang dengan indra keenam merupakan contoh seseorang yang gelombang deltanya beramplitudo tinggi. Bagi orang yang tidak dapat mengendalikan gelombang deltanya, maka keistimewaannya ini bisa menjadi ketidaknyamanan baginya.

Apa gunanya setelah saya memahami gelombang otak ini?

Menurut buku awakening the mind dan high performance mind, tulisan dari Anna Wise, menguasai gelombang otak berarti dapat mengalami kondisi gelombang otak yang tepat kapanpun diinginkan. Misalnya begini. Saat Anda berada dalam kondisi cemas yang hebat, Anda tahu bahwa gelombang beta Anda sedang sangat dominan. Dengan menguasai gelombang otak ini, Anda dapat secara sadar untuk menurunkan frekuensinya, jadi membuat Anda lebih tenang dan Anda dapat melakukan aktivitas Anda dengan lebih baik.

Demikian juga, disaat Anda merasa bahwa inspirasi dan kreativitas Anda seolah – olah terhenti, macet. Anda dapat meningkatkan gelombang theta Anda, untuk mendapatkan kreativitas yang Anda butuhkan.

Hal ini berarti bahwa di dalam setiap kondisi kesadaran Anda, selalu terdapat kombinasi – kombinasi antara gelombang otak tersebut. Dari penelitian yang dilakukan oleh Anna Wise kepada yogi, swami, dan klien – kliennya, dia menemukan suatu kombinasi gelombang otak yang disebutnya sebagai the awakening mind – kondisi pikiran yang tercerahkan, serta the high performance mind – kondisi pikiran dengan kinerja yang tinggi.

Termasuk apabila Anda menjalani hipnoterapi, hipnoterapis akan membimbing Anda untuk mengurangi gelombang beta Anda, dan meningkatkan gelombang alfa serta theta Anda. Inilah kaitan antara kondisi hipnosis dengan gelombang otak. Jadi, dengan menguasai gelombang otak, Anda dapat menentukan kondisi kesadaran Anda, sesuai dengan yang Anda inginkan dan berguna bagi Anda.

Bila ada kesempatan, saya akan menuliskan bagaimana cara melatih gelombang otak ini. Tulisan ini bersumber dari buku Anna wise, awakening the mind & the high-performance mind.