Hipnosis Tidak Sama Dengan Hipnoterapi

Sekali lagi, artikel berikut ini saya copy paste dari guru saya, Pak Adi W. Gunawan, tentang hipnosis hipnoterapi. Beliau menuliskan hal ini pada status di facebooknya.

Berikut tulisan beliau, yang bertuliskan warna biru.Hipnosis Tidak Sama Dengan Hipnoterapi

Beberapa kali saya mendapat inbox dari Sahabat FB yang ingin belajar “hipnotis”. Setelah saya tanyakan apa yang ingin mereka pelajari ternyata mereka ingin belajar cara menghipnosis orang lain, bukan untuk menerapi.

Saya katakan bahwa untuk melakukan hipnosis sangatlah mudah. Mereka tidak perlu ikut pelatihan sampai sembilan hari. Hanya dengan mengikuti pelatihan singkat, satu atau dua hari pasti bisa.

Bekal utama untuk melakukan hipnosis adalah rasa percaya diri yang tinggi dan skrip. Skrip ini bisa didapatkan di buku-buku dengan tema hipnosis atau hipnoterapi yang ada di toko buku. Selain melalui buku, untuk belajar menghipnosis bisa dengan menonton video di Youtube. Ada cukup banyak rekan trainer yang mengunggah video hipnosis mereka. Pelajari dengan sungguh-sungguh apa yang mereka lakukan dan pasti bisa.

Bila untuk melakukan terapi…ini tentu perlu pengetahuan yang lebih mendalam. Cakap melakukan hipnosis tidak berarti cakap melakukan hipnoterapi. Hipnosis dan hipnoterapi adalah dua hal yang berbeda.

Hipnosis adalah satu kondisi kesadaran yang dicapai melalui proses yang lazim disebut dengan induksi. Hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dalam kondisi hipnosis.

Untuk memudahkan pemahaman berikut saya beri ilustrasi di dunia medis. Misal Anda punya masalah di perut dan perlu dioperasi. Untuk bisa melakukan operasi, pertama, dokter akan melakukan pengecekan kondisi kesehatan menyeluruh. Bila pasien siap barulah dijadwalkan untuk operasi.

Sebelum dioperasi pasien pasti dibius (anestesi). Dokter anestesi pasti akan memeriksa dan memastikan obat bius telah bekerja dengan sempurna. Baru setelahnya operasi dilakukan oleh dokter bedah. Jadi ada dua tahap. Pertama, pasien disiapkan untuk operasi, khususnya dengan pembiusan. Baru kemudian operasi dilakukan.

Melakukan anestesi atau pembiusan adalah satu hal. Sedangkan operasi, ini hal yang berbeda. Masing-masing membutuhkan pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan yang spesifik.

Menghipnosis subjek atau klien ini ibaratnya melakukan pembiusan pada pasien. Analogi ini memang kurang pas karena saat dibius pasien tidak sadar diri sedangkan saat dihipnosis klien sadar sepenuhnya, namun ini adalah analogi yang menurut saya paling bisa menjelaskan apa yang saya maksud.

Uraian ini juga saya tujukan bagi para Sahabat FB yang ingin mendapat layanan hipnoterapi dengan hipnoterapis, siapapun rekan hipnoterapis ini. Yang perlu dicermati adalah apakah ia punya sertifikasi sebagai hipnotis atau hipnoterapis. Bila sertifikasinya hanya sebagai hipnotis maka ia tidak cakap melakukan hipnoterapi. Jadi, Sahabat FB, Anda perlu cermat dan bijak menyikapi hal ini.

==|==

Sebagai tambahan, hipnotis juga beda dengan hipnoterapi ya ^_^

Semoga tulisan Pak Adi W. Gunawan tentang hipnosis hipnoterapi tersebut dapat membantu Anda yang sedang mencari layanan hipnoterapi, khususnya hipnoterapi di Denpasar Bali :-)