Garansi Kesembuhan dari Hipnoterapi

simtomSejak saya menjadi seorang hipnoterapis, beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan, yang kurang lebih intinya menanyakan “Apakah dengan hipnoterapi garansi pasti sembuh?” Maka itu dalam tulisan kali ini, saya akan membahas hal tersebut.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi yang luar biasa di dalam dirinya. Dari sejak dilahirkan, kita dibekali oleh Yang Maha Kuasa “tool” yang amat sangat berguna dalam kita menjalani kehidupan ini. Ibaratnya seperti ini :
Saya adalah seorang pengusaha, katakanlah toko bahan bangunan. Nah, saat saya meminta karyawan saya untuk mengantarkan semen 100 sak, pasti saya akan memberikan fasilitas, supaya dia bisa menjalankan pekerjaannya. Maka, saya berikan dia mobil untuk mengantar semen tersebut.
Bisa Anda bayangkan, bagaimana jadinya, jika saya meminta dia mengantar semen tersebut, tanpa saya memberikan mobil. Bisa – bisa saya yang disuruh menggotong sendiri semen tersebut. He.. he.. he :-)

Sesuai dengan perumpamaan di atas, Tuhan juga telah memberikan fasilitas kepada kita, supaya kita bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih baik. Alat tersebut yaitu pikiran kita.
Nah, kendala yang biasanya kita hadapi yaitu,

  1. Kita mungkin tidak tahu kalau kita punya alat tersebut
  2. Kita tahu, tetapi tidak bisa menggunakannya

Kita mendapatkan alat yang luar biasa ini tanpa petunjuk untuk menggunakan dan memanfaatkannya. Maka itu, tidak heran jika seringkali kita tidak tahu bagaimana untuk memakainya. Jika diibaratkan, kita punya sepeda motor, tetapi tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Maka itu, saat kita mau bepergian, bukannya kita menaikki sepeda motor tersebut, tetapi kita berjalan sambil menuntunnya. Bisa dibayangkan betapa capeknya berjalan sambil menuntun sepeda motor *kenangan menuntun sepeda motor yang kempes ban-nya :-D* .

hipnoterapi di Bali

Berhubungan dengan alat yang luar biasa diatas, peran hipnoterapis di dalam proses terapi adalah membantu klien untuk dapat menemukan potensi dirinya sendiri, yang pada akhirnya membawa kesembuhan pada klien. Oleh karena itu, dalam proses terapi, klien bekerja sama dengan terapis. Jika klien menolak untuk bekerja sama, maka menurut saya terapi bisa dibilang sia – sia, karena tidak mendapatkan apa yang menjadi tujuan terapi. Ada satu kalimat yang saya selalu ingat, yaitu “All healing is self healing”. Pada dasarnya, semua penyembuhan adalah penyembuhan diri sendiri.

Jadi peran seorang terapis hanya memandu pikiran bawah sadar klien, untuk mencari penyebab munculnya gangguan yang dialami oleh klien, setelah itu, klien dengan kemauannya sendiri memutuskan untuk melepaskan hal tersebut, sehingga timbullah kesembuhan dalam dirinya. Apakah ada klien yang tidak mau melepaskan? Aneh tapi nyata, jawabannya ada. Jika terjadi hal seperti ini, terapis memberikan pengertian kepada klien, sampai dia sendiri memutuskan mau melepaskannya.

Oleh karena proses terapi adalah kerjasama antara terapis dan klien, maka hipnoterapis tidak menggaransi pasti sembuh. Lha bisa repot, kalau sudah menggaransi, ternyata klien menolak bekerja sama. Hipnoterapi tetap memerlukan usaha dari klien. Hipnoterapi bukanlah sihir, yang dapat dengan seketika menghilangkan masalah atau gangguan yang dialami klien. Hal ini sesuai dengan kode etik hipnoterapis yang saya dapat dari lembaga tempat saya belajar hipnoterapi, Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology.

Meskipun tidak menggaransi kesembuhan, hipnoterapis menggaransi bahwa dia melakukan yang terbaik. Harapannya, dengan kerja sama yang baik antara klien dan terapis, klien mendapatkan perubahan positif yang dia harapkan.