Bagaimana Meningkatkan Keseimbangan Tubuh – Pikiran – Emosi

Siang hari ini, saat sedang beristirahat, saya membuka salah satu halaman facebook kesukaan saya, yaitu Adi W. Gunawan yang juga merupakan guru Hipnoterapi saya. Ada satu status beliau, yang menjadi jawaban atas judul artikel ini yaitu : Bagaimana Meningkatkan Keseimbangan Tubuh – Pikiran – Emosi. Dan inilah tulisan beliau :

Jadi, sebenarnya, jawaban dari judul di atas sangat mudah bukan? Pertanyaannya, seberapa sering Anda melakukannya? Sebagai tambahan dari saya, saat Anda melakukannya, bebaskan diri Anda sejenak dari smartphone Anda. Mungkin terasa sulit, apalagi bila selama ini Anda telah sangat lekat dengan barang tersebut, tetapi cobalah sekali – kali, dan Anda dapat merasakan manfaatnya bagi Anda 🙂

Tentu saja pengetahuan ini hanya akan menjadi pengetahuan belaka bila tidak Anda lakukan.

Salam,

Klinik Hipnoterapi Bali

Bagaimana mengatasi kejenuhan?

Pernah mengalami kejenuhan dan mencoba mengatasi kejenuhan? Pasti jawabannya : Tentu saja.
Di dalam hidup ini, siapa sih yang tidak pernah mengalami kejenuhan? Bahkan meskipun kita menjalankan hidup sesuai dengan passion (baca: hasrat) kita, namun bila hal tersebut kita lakukan terus menerus, suatu saat pasti kita akan bertemu dengan sesuatu yang disebut kejenuhan. Dan tentu saja, saat kita mengalaminya, tentu kita akan berusaha mencari bagaimana cara untuk mengatasi kejenuhan.

bagaimana mengatasi kejenuhan

Meskipun tetap hendak mengatasi kejenuhan, namun tahukah Anda bahwa sebenarnya perasaan jenuh itu adalah sebuah perasaan yang bagus?

Kok bisa?

Karena kejenuhan adalah bagian dari 

 

Nah, bila Anda sering merasakan kejenuhan, cobalah tips sederhana di atas ya, dan rasakan perubahannya dalam hidup Anda. Bila Anda memiliki tips lain mengenai bagaimana mengatasi kejenuhan, bolehlah Anda berbagi dengan komen di bawah 🙂

Kenali Tujuan Anda

Bila kita mau sedikit “aware”, sebetulnya kita bisa belajar dari apapun yang ada di sekitar kita. Ini sama seperti Ajahn Chah, seorang Bikhu yang tinggal di hutan Thailand. Beliau banyak sekali memberi pelajaran yang didapatkan dari lingkungannya, baik tanaman maupun binatang.

Kali ini, saya mau ajak belajar dari sebuah game, yaitu Candy Crush Saga.

Bagi Anda yang belum tahu, Candy Crush Saga merupakan permainan bertema puzzle dimana kita menghancurkan candy yang ada dengan menukar posisinya sehingga dia menjadi minimal 3 buah sebaris.

candy-crush-2

Game sederhana ini sangat menyenangkan, dan ternyata juga dapat memberi pelajaran bagi saya.

Begini ceritanya…

Suatu hari, seorang keponakan saya meminjam HP untuk bermain game Candy Crush ini.

Seperti umumnya sebuah game, level 1 pasti sangat mudah dilalui. Tinggal geser sana – sini, game selesai dengan mendapatkan 3 bintang ^_^

Jadi, dia bermain dengan sangat mudah.

Sampai suatu saat, “Om, ini kok kalah terus ya? Padahal angkanya sudah lebih dari target lho.. ”

Saya pun melihat, dan ternyata dia memainkan permainan yang sudah di level atasnya, dimana permainan tidak sekedar menghancurkan candy, tetapi ada tugas tertentu seperti menghancurkan Jelly ataupun menurunkan benda tertentu sampai bawah.

candy-crush

Disinilah pelajaran yang bisa saya ambil dari sebuah game.

Seringkali kita merasa bahwa kita sudah melakukan yang benar, dan yang terbaik yang kita bisa. Tetapi, kita tidak puas dengan hasilnya. Ataupun, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang benar – benar kita inginkan.

Hal ini biasanya diawali karena kita tidak jelas apa yang menjadi tujuan akhir.

Dan yang berikutnya, biasanya kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, karena kita tidak yakin bahwa kita dapat mencapainya. Inilah yang seringkali disebut sebagai mental block.

Marilah kita bahas mengenai mengenali tujuan. Untuk mental block, sudah pernah saya tulis disini yang saya kutip dari tulisan guru hipnoterapi saya, Adi W. Gunawan.

Pikiran bawah sadar kita sangatlah luar biasa. Sebagian besar hidup kita dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar. Namun, salah satu sifat pikiran bawah sadar adalah, dia seperti anak – anak. Apa artinya? Artinya saat kita memberikan suatu instruksi, harus benar – benar jelas.

Sebagai contoh, sewaktu anak saya masih usia 2 tahun, kami menginap di hotel. Waktu itu, istri saya keluar kamar, dan anak saya mengikutinya, namun tidak mengenakan alas kaki. Istri saya langsung berkata “Fe, ambil sandalnya”.

Tentu maksudnya adalah anak saya diminta untuk mengenakan sandal.

Dan tebak apa yang terjadi..

Yaa.. Anak saya kembali ke kamar, mengambil sandalnya, dan kembali ke tempat istri saya dengan sandal yang dipegang di tangannya.

Pikiran bawah sadar pun seperti itu. Saat kita tidak jelas apa maunya, dia akan melaksanakan sesuai dengan apa yang dimengerti olehnya.

Ada sebuah cerita begini..

Adalah 2 orang sahabat yang memiliki mimpi menjadi orang kaya dan memiliki banyak uang. Katakanlah namanya Tejo dan Abdul.

Tejo berkata, “Enak sekali jadi orang kaya. Saya ingin nanti kipas-kipas saja sudah bisa dapat uang.”

Rekannya tidak mau kalah dan berkata, “Kalau saya, saya tinggal goyang kaki saja, uang datang menghampiri saya.”

Beberapa tahun kemudian mereka berhasil mencapai impian mereka. Tejo menjadi penjual sate dan Abdul jadi penjahit.

Bila Anda berpikir ” Ah.. itu kan hanya cerita.. ” dalam kenyataannya, sebagai seorang hipnoterapis, saya seringkali menangani kasus dimana akar masalahnya mirip seperti cerita di atas, yaitu persepsi bawah sadar yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi mau dari pikiran sadar.

Jadi, sudahkah Anda jelas apa yang menjadi tujuan Anda?  Salah satu cara yang dapat Anda gunakan adalah dengan bertanya kepada diri sendiri “Saat saya meninggal nanti, saya ingin dikenal oleh orang sebagai apa / siapa? “